Cara menjual ini jarang diperhatikan, padahal pemicu closing

Karakteristik gaya menjual yang unik

Ternyata dalam kegiatan menjual, punya karakter yang unik untuk closing. Sebelum customer memutuskan membeli, ia akan memikirkan kepada siapa akan membeli dan karena alasan apa dia membeli pada penjual A dibandingkan B atau C.

Sehingga, perlu bagi Anda, seorang marketer untuk memberikan karakter khususnya kepada customer, supaya tingkat closingnya tinggi.

Ada dua hal yang mungkin banget bisa dilakukan diluar konteks ilmu marketing. Apa sajakah itu?

1. Kedekatan / Conections
2. Keunikan / Service

Penjelasannya no. 1-nya begini:

Jadi, seorang customer, untuk membeli suatu produk yang dijual oleh banyak penjual.

Ia akan menjatuhkan pilihannya membeli kepada sahabat terdekatnya dulu, ini disebabkan karena ada sebuah kepercayaan kepada penjual.

Ingat kata kuncinya, yaitu “rasa percaya” atau “jaminan keamanan” maka sifat yang bisa kita bangun sebagai seorang marketer sejak sekarang adalah selalu berikan kepercayaan pada consumen dan tentu saja hal itu dapat dilakukan dengan sebuah “kedekatan.” kedekatan ini gampang dan gratis, ngga perlu membayar, ngga perlu belajar seperti tehnik marketing yang lain.

Misalnya dengan bersilaturachim, sering chatting, curhat, saling menasihati, bercanda, memberikan hadiah, menelfon, dll.

Kalo disimpulkan yaitu sebuah upaya untuk selalu “ter-koneksi” dengan para konsumen.

Karena, jika tak ada koneksi (rasa) meskipun sering berpapasan, akan sangat sulit untuk membeli pada Anda ketika ia perlu produk.

Ringkasan diatas saya ambil dari sebuah video dari motivator terkemuka Antony Robbins yang sudah ditranslated.

Yang kedua, yaitu layanan khas yang unik (service).

Anda ditantang untuk bisa menonjolkan keunikan gaya marketing Anda dibandingkan kompetitor yang ada.

Keunggulan, akan membuat consumen mempertimbangkan pilihan membeli pada Anda.

Sebenarnya, tidak mesti selalu bonus / potongan harga bentuknya. Cobalah untuk memikirkan diluar dua hal itu untuk menciptakan perbedaan / keunikan Anda.

Misalnya dengan selalu tersenyum tulus saat papasan, ngobrol atau rasa perhatian yang membuat nyaman.

Hal ini merupakan keunikan sifat yang belum tentu orang lain miliki.

Keunikan ini, pasti akan membekas pada hati customer. Dan akan selalu ingat pada Anda. Percaya deh !

Selain dari contoh keunikan diatas, tugas Anda sendiri untuk menciptakan keunikan itu.

Seperti halnya sidik jari, tiap orang punya rumus sendiri-sendiri dan tak ada yang menyamai satu orang pun didunia ini.

Begitu juga dengan diri Anda yang unik, tak ada yang menyamai.

Maka, manfaatkanlah kelebihan Anda itu untuk membantu kegiatan marketing Anda.

Salam, semoga bermanfaat.

Lukmanul Hakim | CDO
http://www.terijingkrak.com

Anda bisa follow dan lihat official akun instagram teri jingkrak 👉 : http://www.instagram.com/teri_jingkrak

Iklan

Aqiqah sering disepelekan, padahal ada rahasia jika ditunaikan

Ialah hari minggu pagi, saya lagi mau ambil tabung oksigen di rumah salah seorang saudara. Sesampai disana, saya langsung diminta duduk dan ngobrol. Padahal saya mestinya buru-buru, buat segera mengisikan oksigennya karena audah ditunggu. Sambil tabungnya disiapkan, ahirnya jadilah ngobrol sebentar namun sangat berkesan bagi saya.

Sebelum saya mengetahui rahasia aqiqah, saya sempat berfikir jauh hari bahwa “bagaimana kalo seorang anak belum diaqiqahi oleh ayahnya?” Dan sempat saya mendapati bahwa “Jiwa nya masih tergadai.” Saya pikir, apa mungkin doa-doa orang tua jadi tertahan karena aqiqah belum ditunaikan, ya? Meskipun makna kata gadai itu terdapat selisih faham dikalangan ulama.

Nah, pas ngobrol-ngobrol sama sodara saya. Ia sendiri bercerita jika dulu ia hidupnya susah. Setelah bertahun-tahun dalam keadaan susah tersebut, ketika didalam sebuah mushola ia seperti merasakan sebuah ilham agar melakukan aqiqah katanya. Dan, ia beraqiqah 9 kambing sekaligus untuk 6 orang. Semenjak ia aqiqah, tidak lama terasa lompatan perubahan dalam hidupnya nampak begitu banyak keajaiban muncul tuturnya. Sambil sedikit, matanya berkaca-kaca ia melanjutkan ceritanya. Keenam anaknya bisa kuliah semuanya. Sambil mengatakan “Hadza min fadhli robbi, katanya.”

Lalu ia menyarankan saya, “Kalo belum aqiqah, tunaikanlah ! Tidak ada batas waktunya sampai kapan, bisa sekarang aqiqah sekarang. Bisa besok atau bulan depan, tunaikan segera.” Insyaallah semoga diberi kemudahan oleh Allah setelahnya menjalankannya.

Nah, saya mau Anda mengecek dua hal. Apakah Anda sudah di-aqiqahi oleh orang tua Anda dan jika Anda sudah punya Anak. Apakah anak Anda sudah diaqiqahi? Jika belum, bismilah punya rezeki, laksanakan, jangan disepelekan.

Dalil perintahnya (bagi muslim) salah satunya sebuah hadits ini:

مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيٌَةٌ، فَأَهْرِيْقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيْطُوا عَنْهُ الأَذَى

Bersama seorang bayi ada aqiqah, maka alirkan darah (yaitu, sembelihan aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (yaitu cukurlah rambutnya) darinya. [HR Bukhari secara mu’allaq dan diwashalkan oleh Thahawi, juga riwayat Abu Dawud, 2839, Tirmidzi no. 1515

Laki-laki : 2 kambing
Perempuan : 1 kambing

Jika Anda ingin melakukan aqiqah, dengan tidak repot melakukan penyembelihan kambing, dan proses memasak serta menyalurkan nya. Anda bisa memesan melalui kami.

Wa: 081573644402 Lukmanul Hakim / 085782699919 Mutoharoh

Performa Terbaik itu untuk kapan ??

Kenapa kapan saja, harus memberikan performa terbaiknya? Saat bekerja, saat berdakwah (menyampaikan), saat bermuamalah, saat apapun saja.

Ada beberapa alasan mengapa.

Pertama karena hal itu menjunjukkan sebuah pribadi yang bersemangat.

Kedua, seandainya saja yang dikerjakan (saat ini) adalah kali terahirnya dalam hidup, maka yang kita kerjakan adalah performa (upaya) terbaiknya, hal itu menjadi sebuah pengorbanan yang tidak akan mengecewakan.

Jadi yang harus selalu disadari ialah, setiap jiwa-jiwa memiliki ahir. Dan ahir dari jiwa kita sendiri, tak pernah bisa diketahui kapan waktunya.

Yang paling perlu dihindari ialah “kekecewaan” yaitu tatkala semua terputus, semuanya yang ada dalam diri kita berahir, akan nampak sangat jelas (qs: qaff 21) sekali bayangan-bayangan kekecewaan, perencanaan yang belum terlaksana, keinginan yang terbengkalai, nasihat indah yang belum tersampaikan, big plan, bahkan amal dari harta dan jiwa yang harusnya berguna dan bisa ditunaikan, saat itu juga menjadi kesia-siaan dan ngga ada kesempatan lagi untuk menunaikannya.

Maka berdasarkan dari hal ini juga, kenapa saya selalu menekankan untuk memprioritaskan yang penting-penting dulu, yang wajib-wajib dulu, yang manfaatnya banyak dulu.

Yaitu, ketika tanpa dikehendaki oleh manusia dan saat jiwa manusia itu diminta lagi oleh sang maha penitip kesempatan, sang pemilik kehidupan.

Maka, telah dan sudah mengerjakan yang terbaik itu. Yang pasti adalah bahwa, mengerjakan yang terbaik itu tak pernah mengecewakan. Memuaskan.

Apa yang terjadi pada fikiran manusia saat 100% power

Saat kesadaran seseorang mencapai nilai 100% maka tingkat fokus untuk menghadapi masalah, tingkat merasakan dan mengendalikan hal yang difikirkan, tingkat kontrol atas keputusan yang nantinya akan diambil, tingkat seseorang memandang besar kecilnya suatu masalah, tingkat seseorang menaruh prioritas suatu problem berada pada titik mana itu akan mendapat respon yang benar-benar tepat, solusi besar, kuat, nyata, seolah tak ada tabir penghalang dan penuh dengan energi yang terpusat, melekat erat dan kuat. Hal ini sangat membantu mengatasi masalah serta ide solving problemnya.

Namun sayangnya, tak setiap orang selalu bisa mencapai tingkat kesadaran ini karena perlu pembiasaan yang sering hingga bawah sadar fikiran kita terbiasa. Sampai kebiasaan itu telah menjadikannya sebagai habbits dan kebiasaan yang diluar kendali otak sadar (conscious). Agar bisa selalu menaikkan kesadaran atau kita sebut sebagai kendali atas fikiran yang tingkat sadarnya mendekati 100% syaratnya cuma satu yaitu dilatih secara terus menerus dan kontinyu (repetitions).

Bagaimana kondisi ini didapatkan ?

Awal mula saya menemukan keadaan ini, yaitu otak kita merespon sesuatu dengan penuh alias kesadaran yang mendekati 100% saat itu yaitu tentang tanggapan fikiran secara sadar yang sangat tinggi dan begitu responsif adalah secara tiba-tiba dan tidak sengaja. Kemudian karena saya merasakan sesuatu yang beda saat itu, sehingga saya bertanya-tanya kenapa hari ini tingkat tanggapan fikiran saya begitu bagus dan menyenangkan sedangkan di hari lainnya begitu tidak menyenangkan dan mengingat masalah itu begitu menyakitkan. Tidak ada jawaban yang saya dapatkan.

Pada hari-hari biasa saya melewatkan aktifitas disela-sela bekerja bahwa saya memiliki masalah keuangan berupa hutang sejumlah uang. Masalah itu menurut saya adalah sesuatu yang secepatnya harus diselesaikan. Sedangkan saat itu saya menyadari keuangan saya belum mampu untuk melunasi seluruh jumlah uang yang saya tanggung.

Jadi untuk bisa menyelesaikan dalam sekejap, saya harus miliki dulu uangnya ditangan baru kemudian membayarkannya. Tidak ada lagi solusi lain yang saya tangkap dari ide fikiran yang berpendar (berfrekuensi) saat itu.

Pada saat yang lainnya, tepatnya ketika pagi hari perasaan saya telah saya kondisikan dengan baik, saya paksa untuk merasakan sesuatu yang bahagia. Saya menyadari dua hal yang sangat penting pada pagi itu yaitu tentang sebuah definisi kegagalan dan kemalasan. Saya mengartikan kegagalan sebagai sebuah bagian dari sukses, gimana bisa?

 

obaik…………..oburuk………….obaik………….obaik…………..OSukses.

[gambar ilustras titik .. titik… sukses dan gagal]

 

Jadi kalau saya ibaratkan sukses itu sesuatu yang ada di ujung sana yang untuk mendapatkannya harus melakukan perjalanan dan setiap perjalanan itu ada bagian-bagian atau tempat, bisa juga disebut titik yang harus dilalui pada setiap titik-titik itu.

Dan apapun keadaan yang terjadi pada titik-titik itu tidak harus selalu baik, dan rasa-rasanya itu tidak mungkin. Begitu juga kebanyakan orang-orang sukses menceritakan kegagalan saat ia belum sukses. Artinya bahwa kegagalan itu mutlak ada, dan kegagalan adalah bagian dari perjalanan mencapai sukses.

Kemudian saya mendefinisikan masalah hutang saya saat itu sebagai titik dari bagian sukses saya nanti. Hutang itu memang belum sanggup saya bayar saat ini, tapi nanti pasti terbayar. Dampak yang saya terima sekejap saat itu adalah sudut pandang saya tehadap cara membayar hutang saya itu tidaklah susah. Sangat optimis akan terlunasi. Terbayar. Saya merasakan bahwa, jika dilakukan pembayaran dengan cara menyicil setiap bulannya, nilai hutang saya telah berkurang jumlahnya dan kewajiban bayar saya jadi lebih sedikit. Lalu saya bertanya lagi bagaimana cara saya mendapatkan uangnya, secara tidak sadar saya menjawab dari gaji yang saya dapatkan dari bekerja sebagai karyawan.

Tapi pas saya fokuskan lagi cara saya mencari jawaban untuk membayar saya telah menemukan cara yang lainnya yaitu dengan cara saya berjualan diwaktu setelah saya selesai bekerja. Itu sepertinya tidak mudah tapi mungkin sekali. Walau semangat saya tidak sebesar waktu produktif selama saya bekerja pagi sampai sore, namun kemungkinan saya mendapatkan uang dari kegiatan saya berjualan adalah sangat relative. Bisa jadi saya akan mendapatkan tingkat penjualan yang baik dan mengalahkan bayaran saya bekerja sehari.

Ide itu pun saya terima, kemudian terbesit lagi pertanyaan bagaimana cara saya mengumpulkan dan menyimpan uangnya hingga benar-benar bisa saya gunakan untuk keperluan saya membayar hutang bukan untuk saya gunakan makan dan membeli kebutuhan lain berhubung saat itu sama-sama membutuhkan uang untuk makan dan menjalani kehidupan bersama anak dan istri saya.

Ketika saya coba menjawab pertanyaan ini saya kembali ditemukan sebuah saran dari fikiran sadar saya. Yaitu usulan ide fikiran saya adalah dengan cara membuat tempat simpan uang sebut saja celengan yang ditulis dengan kalimat untuk membayar hutang. Lalu saya bertanya lagi, bagaimana jika saya punya kebutuhan dadakan sehingga uang itu saya bongkar dan saya ambil untuk kebutuhan?

Dalam hal ini saya menaruh sebuah tulisan yang mengingatkan dan bisa dibaca, yang harus saya patuhi agar rencana itu sukses. Ya, hal itu saya namakan sebagai rules. Atau peraturan! Detilnya insyaallah akan saya bahas pada bab tersendiri yang terpisah.

Hai Suami. Kerjakanlah yang menghasilkan uang & pahala

Kata “Suami,” jika disebut apa yang paling tergambar darinya?

Pemimpin keluarga, kewajiban penafkahan, panutan bagi anak, quu anfusakum wa ahlikum naaro, nahkoda sebuah bahtera rumah tangga, apalagi ? Ya. Tak perduli berapapun usianya, apapun pendidikannya, dari keturunan keluarga kaya atau miskin, saat sudah punya gelar “Suami” maka saat itu juga punya “kewajiban” dan “tanggung jawab” yang enggak main-main.

Bahkan, bagi muslim yang masih punya “Iman” dalam hatinya seorang suami ini urusannya bukan cuma sekedar dunia aja, tapi juga mencakup surga-neraka. Sekali lagi, bagi yang ada iman di hatinya.

Ada 3 alasan, kenapa saya membuat artikel ini bagi seorang yang menyandang gelar suami, siapapun orangnya. Kenapa suami perlu fokus pada dua hal diatas, yang saya tuliskan pada judul yaitu “yang menghasilkan uang dan pahala saja” sebenarnya redaksi kalimatnya ada satu lagi jika ditambahkan yaitu yang menghasilkan kesenangan (hobies).

Pertama bahwa, suami itu diatas pundaknya ada sebuah kewajiban mencai nafkah, menafkahi keluarga (anak dan istri). Sedangkan urusan nafkah ini tidak sedikit yang menyangkut uang, sehingga fokus yang saya anjurkan mulai sekarang ialah kita harus benar-benar perhatian pada sesuatu yang sifatnya mendatangkakn uang. Itu penafkahan secara lahirnya, untuk penafkahan bathin tidak perlu kita bahas oke ya, sepakat. Semua bisa memenuhi tanpa alasan dan keberatan sedikitpun, insyaallah.

Lalu berikutnya, juga suami bertugas tak kalah penting menjaga ahlinya dari api neraka. Sehingga disini kita juga fokus pada sesuatu yang menghasilkan ganjaran (pahala) disisi-Nya juga, karena dalam hal ini sesuatu yang menghasilkan pahala itu belum tentu menghasilkan uang. Makanya mungkin ini bukan bagian dari penafkahan materi, namun mengingat saking pentingnya juga suami dianjurkan untuk menyeimbangkan sisi lain ini. Pada sumber-sumber penghasil pahala. Biasanya bersifat habluminallah dan habluminannas (amal). Sehingga, jika diibaratkan sebuah timbangan itu neracanya akan seimbang. Tidak dunianya aja yang berat!

Kedua hal ini, fokus pada penghasil uang dan pahala juga merupakan sebuah kombinasi yang seimbang. Pas, bagi seorang suami idaman. Standar minimum yang harus dilakukan. Seperti yang sudah saya paparkan di artikel sebelumnya.

Lalu apa yang perlu ditinggalkan atau mungkin dikurangi dulu?

Ya, segala yang hanya menghasilkan kesenangan, mubazir, dan tidak jelas seperti:

1. Main games
2. Main sosmed sepwrti fb, scrolling timeline tanpa tujuan jelas (wasting time).
3. Tidur di pagi hari, ini sudah waktunya untuk tobat sodara-sodara, penyebab rezeki sulit nih tidur di pagi hari (menurut ibnu qoyyim jauziah).
4. Terlalu banyak bengong, ngobrol ngga jelas tujuannya, berlama-lama malas. Harap disudahi sodara-sodara, dolar udah naik segera kejar ihtiar dan usaha. Kerjakan saja ihtiar yang jelas, meskipun belum pasti hasilnya, seperti mengiklankan dagangan (jualan) nanti Allah yang akan membuat dagangannya jadi terjual insyaaAllah.

Lalu yang ditambah nih, perlu dibaguskan lagi kualitasnya, perhatikan:

1. Sholatnya, wajib dan sunnah.
2. Baca qurannya, minim jangan ditawar please 1 juz sehari. Terserah mau gimana bagi waktunya.
3. Bikin sebuah investasi, usahakan punya. Ga papa mulai sekarang cicilnya, semakin cepat semakin baik.
4. Jualan, berdagang. Selain sunnah yang dicontohkan rasulullah, ini bagian dari penafkahan, juga penggantungan ihtiar pada Allah. Pastikan halalan – thoyyiban.
5. Sedekah. Kesulitan ekonomi, sokusinya sedekah. Dalam alquran jelas, balasannya pun pasti. Logika kita aja yang kadang memberontak, karena sangat jarang melakukan, membiasakan.
6. Belajar ilmu & Silaturahim. Ilmu akan menaikkan derajat, dalilnya jelas dalam alquran. Bersilaturahim, memperpanjang umur dan melancarkan rezeki.

Salam berbagi, walau sedikit semoga dapat kita kerjakan.

Naik Derajat | Tahajjud & Tholabul Ilmi

Hidup gitu-gitu aja, pasti melelahkan. Hidup datar-datar saja, pasti membosankan. Pernahkah Anda mengalami hal itu? Hari-hari berlalu rasanya lama sekali. Seminggu ditunggu-tunggu rasanya seperti sebulan. Mau keluar rumah enggan, mau pergi ke tempat berbeda namun tak ada tujuan. Suntuk hidup ini rasanya. Mungkin seperti itu gambaran kehidupan yang gitu-gitu aja.

Well, kita inginkan berubah betul? Sekarang yang mau kita kerjakan, dari mana mulainya? Apa dulu yang mau diubah. Memang untuk mencapai perubahan ini melibatkan banyak aspek, sejujurnya begitu yang sempurna. Aspek duniawi dan uhrowi. Hanya saja, saran saya mulailah dari memperbaiki sholat kita. Sholat wajibnya dibaguskan kualitasnya, terdengar panggilan adzan ambil wudhu lalu berangkat ke masjid. Seterusnya, jangan pernah tinggalkan meskipun hidup sudah berubah lebih baik. Justru, pertahan kan dan tambah dengan sholat sunnah mestiinya. Itu baru benar-benar imannya bertambah. Kemudian, tambah dengan sholat tahajjud. Kenapa? Perintahnya jelas didalam Alquran.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا – 17:79

Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا – 17:80

Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا – 17:81

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا – 17:82

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.

Juga perhatikan lagi ayat berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ – 58:11

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Bersambung…

Puasa senin kamis | Sedikit persembahan untuk Rabbul Arsyil Adzim

Saya berfikir mengenai sebuah amalan yang jika dikerjakan, kemudian sepanjang waktunya diniai oleh Allah sebagai ibadah. Kemudian saya menyeleksi beberapa amalan, hanya saja perhatian saya langsung tertuju pada puasa. Entah ini sebuah jawaban dari yang Maha Bijaksana, atau sesuatu yang sedang harus saya belajar melakukannya. Saya merasa bahwa puasa senin-kamis ini yang memang sedang saya cari & butuhkan.

Kalo dihitung, puasa itu lamanya dalam sehari 13 jam kurang lebihnya (wib). Jika oleh Allah diterima amalan puasa itu, maka sudah sangat untung banget dalam hari itu (ketika berpuasa) dibandingkan kita melewatkannya tanpa tambahan nilai pahala puasa / tanpa mempersembahkan sesuatu kepada Allah.

Selain itu, ditinjau dari sisi medis berpuasa itu menyehatkan. “Shaummu, tashikhu..” tambahan lagi yang mungkin dibutuhkan untuk seorang ayah, yaitu melatih diri merasa lapar. Loh, ini kenapa ? Kok rasa lapar dilatih? Mungkin ada sebagian pembaca yang engga setuju, oleh pernyataan saya diatas dengan dalih seolah bahwa putus asa mencari rezeki Allah lalu mending merasa lapar. Dan kalau sudah terlatih kuat merasakan lapar, lalu yasudah tidak perlu ngoyo mencari rezeki. Perlu ditegaskan bahwa itu tidak benar. Sesungguhnya soal rezeki yakin 100% sudah Allah tanggung dan tentukan. Sesungguhnya makna lapar yang saya maksud ialah, tidak mengarah kepada hal diatas. Melainkan ada suatu saat nanti akan tiba sebuah masa tidak adanya makanan, sehingga dimana-mana lapar. Semua tumbuhan mati. Hewan-hewan mati. Bahkan ada orang yang membunuh hanya karena merebut makanan, karena lapar. Dimana makanan orang-orang mu’min hanyalah dzikir saja. Siapa yang berdzikir maka kenyanglah ia (sumber: ceramah ustad zulkifli muhammad ali) katanya shahih. Wallahu a’lam, nggak pernah tahu apakah saya sampai pada zaman itu ataukah tidak. Hanya saja, sangat takut jika mengalami. Dan semoga dengan berpuasa ini Allah berikan yang terbaik untuk kita. Wallahu a’lam.

Rasa lapar yang dimaksud juga adalah sebuah upaya agar diri kita lebih peka terhadap orang-orang yang fakir & miskin yang mungkin sering merasakan lapar. Alangkah sangat diperlukannya sebagian rezeki dari kita untuk mereka. Untuk fakir dan miskin. Untuk anak yatim. Juga sebagai penyemangat bagi kita dalam menjemput rezeki-Nya, dimana seorang suami / ayah memikul tanggung jawab keluarganya yang jangan sampai mereka merasa lapar. Kita juga pastinya mengajak mereka istri & anak untuk berpuasa, sudah tentu. Bukan berarti kita menjamin istri dan anak selalu merasa kenyang, dan ngga perlu berpuasa, tidak begitu juga. Semoga bisa dimengerti ya maksudnya.

Nah, melalui tulisan ini saya pengen mengajak pembaca. Yuk, mulailah puasa senin-kamis ini untuk persembahan kita sebagai ibadah untuk Allah. Benar-benar diniatkan untuk Allah. Bukan karena niat yang lain, misalnya niat akan rezeki, kedudukan, dll. Meskipun itu boleh. Nanum, mencoba kita melakukan puasa sunah senin-kamis ini untuk Allah semata. Semoga ada karunia dibalik kita mengamalkannya, siapa tahu ridho Allah untuk kita ada tatkala kita berpuasa. Kita ngga pernah tahu, dimana keridhoan Allah pada kita berada. Yang mesti kita lakukan ialah, jaga amal kebaikan. Jangan sampai tergelincir ke dalam maksiyat sedikit saja. Selalu bedoa memohon rahmat Allah subhanahu wata’ala.

Wallahu a’lam..